|
|
|
|

|
|
Home
|
|
Welcome to SMAN 5 Bengkulu
|
Festival Tabot |
|
|
Written by Administrator
|
|
Wednesday, 07 July 2004 |
|
Kegiatan tahunan Festival Tabot di Bengkulu tahun ini akan difokuskan di Lapangan Merdeka dan Tugu Kampung Cina dengan mengambil tema “Melalui Festival Tabot 2007, Kita Wujudkan Bengkulu sebagai Daerah Tujuan Wisata”. Festival Tabot telah berlangsung selama bertahun-tahun di Bengkulu, dan sejak masa silam menjadi tradisi bagi masyarakat di sana, serta “keharusan” yang tak boleh ditinggalkan untuk dilaksanakan para keturunan Tabot setiap 1-10 Muharram tahun Hijriah. Festival Tabot semula adalah tradisi ritual di Bengkulu, namun kini telah berkembang menjadi suatu kebutuhan masyarakat luas, atau sebagai cultural manners seperti berbagai tradisi yang telah lama berlangsung di seluruh penjuru Nusantara. |
|
Read more...
|
|
|
Tugu Thomas Parr |
|
|
Written by Administrator
|
|
Wednesday, 12 May 2004 |
Monumen Thomas Parr merupakan salah satu obyek wisata sejarah di Propinsi Bengkulu. Letaknya berdekatan dengan Benteng Marlborough, hanya berjarak sekitar 170 m di sebelah tenggara. Monumen berbentuk tugu dengan luas 70 meter persegi dan tinggi 13,5 meter ini dibangun oleh pemerintah Inggris pada tahun 1808 untuk memperingati Residen Thomas Parr yang tewas dibunuh oleh rakyat Bengkulu.
Thomas Parr (1805—1807) adalah penguasa Inggris ke empat puluh sembilan yang terkenal sangat keji dan kejam. Dia diangkat oleh pemerintah Inggris untuk menggantikan Deputy Governor Walter Ewer (1800—1805). Semasa memerintah, Thomas Parr menerapkan sistem tanam paksa untuk membuka perkebunan kopi di Bengkulu. Sudah tidak dapat dihitung lagi berapa banyak korban jiwa yang melayang selama masa tanam paksa tersebut. Sampai suatu ketika, kebencian rakyat Bengkulu sudah tidak dapat dibendung lagi. Pada sebuah malam, tepatnya pada tanggal 23 Desember 1807, rakyat Bengkulu beramai-ramai menyerbu Mount Felix, rumah peristirahatan Thomas Parr (sekarang Rumah Dinas Gubernur atau Gedung Daerah), tentu dengan maksud ingin menghabisi sang Residen. Pada malam yang naas itu, sang Residen yang lalim tersebut akhirnya terbunuh dengan cara yang mengenaskan. Kepalanya dipenggal dan diarak keliling kota oleh rakyat Bengkulu. Atas peristiwa tersebut, Pemerintah Inggris tidak ambil diam. Sebagai pembalasan, tentara Inggris bertindak keji dan membabi buta, menghancurkan dusun-dusun dan membunuh setiap penduduk yang dijumpainya. Bukan hanya itu, hewan ternak pun tidak luput dari amukan tentara Inggris yang kehilangan kendali Keistimewaan Monumen Thomas Parr dapat dilihat dari dua aspek, yaitu aspek fisik bangunannya dan aspek sejarahnya. Dilihat dari aspek fisiknya, keistimewaan Monumen Thomas Parr dapat dilihat dari keunikan arsitekturnya. Monumen berbentuk tugu ini berdenah segi 8 dan mempunyai tiang-tiang bergaya corinthian (berbentuk bulat seperti balok kayu yang mengandung makna agar bangunan terlihat kokoh dan berwibawa). Pintu masuknya terdapat di bagian depan dan sisi kanan dan kiri, berbentuk lengkung sempurna dan tidak mempunyai daun pintu. Pada salah satu dinding di ruang dalam tugu terdapat sebuah prasasti, tapi pada saat ini sudah tidak dapat dibaca lagi karena sudah rusak. Bagian atas tugu mempunyai atap yang berbentuk kubah Adapun nilai sejarah yang melekat pada monumen ini adalah mengingatkan masyarakat Indonesia pada besarnya kontribusi rakyat Bengkulu dalam mengusir penjajah Inggris dari Nusantara. Monumen yang oleh rakyat Bengkulu disebut dengan Kuburan Bulek ini merupakan simbol perjuangan dan persatuan dalam mempertahankan hak dan kemerdekaaan tanah leluhurnya dari penindasan kolonial Inggris. Monumen Thomas Parr terletak di Jalan Ahmad Yani, Kota Bengkulu, Propinsi Bengkulu, Indonesia.Letaknya yang tepat di jantung Kota Bengkulu, membuat Monumen Thomas Parr tidak sulit untuk diakses. Dari Bandar Udara Fatmawati Bengkulu, pengunjung dapat menggunakan taksi atau mobil sewaan untuk sampai di lokasi obyek wisata ini dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam. Jika pengunjung menggunakan jalur darat, Monumen Thomas Parr juga mudah untuk diakses, terutama dari arah Terminal Bus Bengkulu. Dari Terminal Bus Bengkulu, pengunjung dapat menggunakan bus kota jurusan alun-alun Kota Bengkulu dan turun tepat di depan Monumen Thomas Parr Letak Monumen Thomas Parr yang berada di pusat Kota Bengkulu membuat lokasi wisata ini dikelilingi oleh sarana akomodasi dan fasilitas yang cukup lengkap. Di sekitar monumen, pengunjung dapat menjumpai sarana akomodasi dan fasilitas seperti hotel/rumah penginapan, restoran, shopping center (pusat perbelanjaan), mini market, kios cenderamata, kios voucher handphone, sarana ibadah (masjid dan gereja), warung telekomunikasi, warung internet, dan lain-lain. |
|
|
PSB ONLINE |
|
|
Written by alwin zawawi
|
|
Friday, 14 August 2009 |
|
Tahun Ajaran 2009/2010 SMA 5 Kota Bengkulu Tidak Menerima siswa secara online, kerena seluruh kelas sudah menggunakan Program RSBI. Oleh sebab itu kepada masyarakat kota bengkulu kami mohon maaf karena tidak bisa menerima siswa secara online. |
|
|
Mendapatkan E-mail Gratis di Internet |
|
|
Written by Administrator
|
|
Monday, 09 August 2004 |
|
Saat ini, untuk membawa sebuah data maupun file-file tidak harus menggunakan media disket. Media yang saat ini digunakan untuk menggantikan peran disket untuk media penyimpanan portable dapat berupa CD atau DVD yang mudah dibawa-bawa. Didunia internet, alamat e-mail berperan lebih dahsyat lagi. Ia bagaikan satu-satunya mata uang yang sah untuk melakukan transaksi. Adalah satu kenyataan jika di Internet orang bisa mendapatkan hampir segala-galanya: informasi, materi, program, software, pengetahuan dan bahkan uang dolar!, Namun Anda harus membayarnya dengan alamat e-mail! Uniknya, alamat-alamat e-mail ini bisa diperoleh secara gratis! |
|
Read more...
|
|
|
Siraman Rohani |
|
|
Written by Administrator
|
|
Monday, 09 August 2004 |
|
Manusia jelas bukan hanya jasad berupa setumpuk daging yang bergerak. Jauh dari itu, manusia adalah makhluk berderajad tinggi yang melampaui hewan ternak karena ia dikaruniai watak yang tidak terdapat pada makhluk lain, yakni karena ia menggunakan potensi yang dikaruniakan Allah sesuai dengan fitrah kemanusiaan. Potensi dimaksud terbentuk karena ia telah menghayati dan melaksanakan perintah Sang Khalik dengan menggunakan telinga untuk mendengar ayat-ayat Allah, menggunakan hati untuk memahami ayat-ayat-Nya dan menggunakan mata melihat tanda-tanda kekuasaan-Nya (Al A’Raaf (7) : 179). Manusia inilah yang dimaksud dengan manusia berwatak yang diyakini dapat melaksanakan fungsi kekhalifahan di atas bumi. Mulyadi, M.A., Suryono, M.Pd |
|
| | << Start < Prev 1 2 Next > End >>
| | Results 1 - 6 of 9 | |
|
|